Jumat, 14 Juni 2013

girls lke boys had falling in love

Berteman dengan laki-laki adalah saat saat paling nyaman, saat itu usia saya masih dibawah 12 tahun, tidak punya te,man perempuan sama sekali, main bola, mancing, main perang perangan bahkan nyuri buah di ladang tetangga merupakan keseharian saya dengan mereka, kenetulan saya punya kakak laki2 yang yang juga menjadi teman kompak saya setiap hari juga waktu bermain, bahkan saya sering dihitung sebagai laki-laki waktu itu, aku tak pernah sakit hati atau sedih waktu itu, karena itu adalah pilihanku "bergabung dengan 'boys group' tak jarang aku kelihatan lenih tampan dari mereka, coba saja bayangkan seorang perempuan yang kegantengannya mengalahkan laki -laki, mungkin itu dapat membuat mu syok atau heran, tapi bagiku itu sudah biasa. Sepatu, celana jeans, sweater dan tak lupa dengan topi, itulah tampilan yang paling ku suka setiap hari, banyak teman perempuan yang mengajakku untuk bergabng dengan mereka, dan rasanya aku tidak cocok, karena sikap lai-laki yang sudah mendarah daging di tubuhku dan juga didukung dengan lingkungan sekitar yang di dominasi laki-laki, bergaul dengan mereka rasanya lebih puas, lebih lepas dan pasti lebih nyaman karena selalu dijaga oleh mereka, biar bagaimana pun aku seorang perempuan, Umur mulai menginjak 13 tahun, rasanya sama saja, tak ada yang berubah, dari penampilan,cara berfikir dan juga tingkah laku, lagi-lagi dengan mereka, sungguh indah rasanya hari-hari, berlalu dengan sangat lembut dan mulus dengan mereka, canda tawa, tapi nyaman,indah sekali, dan lagi lagi tak sedikit teman perempuan yang mau bergabung denganku, tai ujung-ujung nya merka meras tidak nyaman dan aku merasas tidak cocok dan sedikit terganggu dengan wangi parfum mereka yang sangat menyengat dan membuatku batuk, hingga kami end, mereka memisahkan diri dariku dan aku melepaskannya, itu lebih baik sepertinya.Dan diusia segini orang tuaku tidak pernah marah dengan kepribadianku \, tidak pernah mereka memaksaku ntuk berpaling dari teman ku, orantuaku bahkan selalu mendukung ku dengan hal ini, dengan keadaan seperti ini, orangtuaku akan baik-bau=ik saja, tidak akan sakit ataupun tertekan, jadi tidak ada yang salah...
3 tahun berlalu, kini saatnya aku menduduki kelas di Sekolah Menengah Atas, senang sekali rasanya masih bisa menghirup udara sejauh ini, apalagi saat mendengar kelulusan, wah itu menit menit paling menggetarkan hati. weww!! :) kini aku kesekolah dengan pakaian abu-abu, sedikit lebih dewasa rasanya,hehehe, tentunya itu suatu kebanggaan. Tapi aku merasa sedikit aneh, sepertinya ada yang kurang, "mereka" abangku sudah tamat dan melanjutkan kuliahnya diluar kota, begitu juga dengan temanku yang lain, dy sekolah di luar kota, yang lain entah dimana, sangat kecewa, dimana lagi aku harus mencari teman seperti mereka, kenapa harus diluar kota, kenapa harus jauh, kenapa harus pindah? huft, tak pernah tefikirkan sebelumnya olehku, dy pun tidak pernah cerita akan hal itu, mungkin dy takut melukai ku, tapi ini  lukanya paling dalam,. pergi tanpa permisi, setidaknya aku tahu dimana tempatnya, kini mereka sudah tidak ada didekatku lagi, sudah jauh, tidak ada waktu untuk bermain, atau mencuri buah tetangga lagi :D :D , Heyy!!!! tapi aku dapat teman baru disekolah, tingkahnya tidak beda jauh dari "mereka" lucu, baik, kompak, gokil tapi masalahnya ini semua perempuan, tak ada laki-laki disini, wahhh sedikit kesal :( :( , tak mengapa dulu, setidaknya saat ini aku punya kawan, nanti bisa dicari yang lebih cocok lagi seperti "mereka" tapi ada yang sedikit berbeda denganku, "bentuk tubuh" rambut semain panjang dan sedikit terurus oleh ibuku, dan dada yang tidak seukuran biasanya, belum lagi ,masa-masas pendewasaan, ternyata ini yang membedakan laki2 dan perempuan (fikirku) semain hari ibuku selalu mempersiapkan ku kesekolah, mulai dari memberi sedikit wewangian di baju sekolahku, memberi vitamin pada rambut ku, menyisir dan merapikan pakaianku, entah apa tujuannya, akupun bingung, mungkin ini syarat sekolah menengah atas, yasudahlah, 1 tahun disekolah itu sudah berlalu,ibuku membelikanku sebuah ponsel, tapi masalahnya ponsel tidak boleh dibawa kesekolah, tapi kawan ku yang diberi nama gengnya "bff selalu nekat membawanya, kalau ada razia mereka selalu saja mencari tempat yang aman untuk si henphone, dari menyembunyikannya di dalam tas, di topi, di dasi, di dalam baju, di dalam sepatu, bahkan di pakaian dalam, heran, untuk apa mereka membawanya, tapi aku tidak pernah membawanya, hari senin , saatnya upacara, seperti biasa ibuku selalu mempersiapkan segala sesuatunya, tapi klai ini ada yang berbeda "parfum" disemprotkannya di bajuku dan mengikat rambutku aku menyakan kenapa ibuku melakukannya kali ini' Ia bilang karena hari ini aku anggota pengibar bendera, lalu aku tanya lagi memangnya harus, iya jawabnya. yasudah ! Aku merasa sedikit tidak nyaman dengan penampilan ini, sesampainya disekolah tidak seperti biasanya, bff melihatku dengan berhati-hati, mereka menyanyakanku mengapa aku sangat berbeda hari ini, lalu aku bilang karena hari ini hari spesial, mereka pun kaget dan sangat penasaran, merka berfikiran bahwa ada yang ingin ku temui saat itu, tetnyata hanyakarena aku pengibar bendera, merekapun memukulku, itu bukan spseial ucapnya dengan keras..
sepulang dari sekolah, saat berbaring di  ranjangku, aku kembali memikirkan kata-kata yang keluar dari mulut kawanku, mrngapa mereka begitu heran padaku , tiba-tiba handphone ku berbunyi, ada panggilan telepon, sontak aku menjawab, tapi panggilannya malah dimatikan, tak lama kemudian ada sms yang masuk, bertanya "hai! lagi ngapain ? " lagi tiduran, lalu kenapa? ini siapa? jawabku, dibales "hah? tiduran? boleh ikut dong ujarnya" , " dasar bodoh! jangan mengangguku lagi, balasku" ' aku segera mematikan teleponku"
bel tanda mulai pelajaran  pun berbunyi, ada murid baru, tapi perempuan, aku cuek dan tidak mau tau tapi guru malah menyuruhnya duduk disampingku, lagi2 aku tak perduli, dy menyanyakan namaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar